Program


Human Interest Story: Secercah Harapan dari Desa Sebadak

Desa Sebadak adalah desa rintisan Program KIAT Guru yang berada di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, propinsi Kalimantan Barat. Jarak tempuh desa dari kota kabupaten Sintang sekitar 9.5 jam dengan kondisi jalan yang rusak sekaligus berlumpur dan hanya dapat dilalui mobil double-gardan dengan biaya sewa minimal Rp. 1.5 juta. Di sini ada sekitar 290 kepala keluarga yang tersebar di 3 dusun, yaitu Dusun Ensamboy, Dusun Sejinggau, dan Dusun Sebangkong yang posisinya terpisah sendiri dari dua dusun lainnya karena berada di seberang Sungai Ketungau.

Semua anak di Desa Sebadak bersekolah di SDN 05 Sebadak yang terletak di Dusun Sejinggau. SDN 05 Sebadak memiliki 7 orang tenaga pengajar yang terdiri dari 2 orang guru PNS dan 5 guru honorer. Mata pencaharian masyarakat pada umumnya berladang, menyadap karet, dan bekerja harian di perusahaan sawit.  Lokasi yang terpencil dan belum terjangkaunya sinyal telekomunikasi maupun listrik, beberapa keluarga dimalam hari menerangi rumahnya dengan genset dan panel surya.Untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci pakaian maupun memasak masyarakat sekitar menggunakan air sungai Ketungau. 

 

Untuk pergi ke sekolah, setiap harinya murid SDN 05 Sebadak yang tinggal di Dusun Sebangkong harus menyeberangi Sungai Ketungau  

 

Rintisan KIAT Guru yang telah berjalan semenjak Oktober 2016 diperkenalkan kepada pemangku kepentingan Desa Sebadak melalui kunjungan dan pertemuan yang difasilitasi oleh Saifullah, salah satu fasilitator masyarakat yang bertugas di desa tersebut. Program KIAT Guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di daerah terpencil dengan melibatkan masyarakat dalam memastikan keberadaan dan kualitas layanan guru di 200 SD rintisan di 3 kabupaten di propinsi Kalimantan Barat dan dua kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Sebagai salah satu bentuk mekanisme pemberdayaan masyarakat, KIAT Guru memfasilitasi rangkaian pertemuan antara pengguna layanan yakni masyarakat dan penyedia layanan atau guru untuk berdiskusi terkait kondisi nyata kualitas layanan pendidikan di sekolah dan desa setempat. Forum diskusi yang dibangun bertujuan membantu masing-masing pihak penyedia maupun pengguna layanan untuk bersepakat berbagi peran demi meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak-anak mereka di sekolah juga di rumah. 

Melalui adanya sosialisasi tujuan KIAT Guru kepada pihak sekolah maupun masyarakat, guru dan orang tua murid semakin menyadari bahwa banyak perbaikan yang dibutuhkan SDN 05 Sebadak. Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan landasan hukum dan peraturan pemerintah terkait Standar Pelayanan Minimum yang diberikan penyedia layanan pendidikan, hak anak untuk pendidikan, serta hak dan tanggung jawab masyarakat untuk ikut serta dalam memastikan kualitas penyediaan layanan dasar termasuk layanan pendidikan. 

"Saya sangat senang karena dapat dilibatkan menjadi bagian dari Program KIAT Guru. Harapan saya, program ini dapat berkelanjutan agar anak-anak kami semakin pintar," ujar Niko Dimus Berito, ayah dari seorang murid kelas 3 di SDN 05 Sebadak.

Kepala Sekolah, Agus pun menyatakan "Dengan adanya pertemuan sosialisasi ini, kami menjadi paham hal yang menjadi tugas dan tanggung jawab guru. Kami juga melihat masyarakat mulai memahami hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Mau tidak mau, kami harus mulai berubah walaupun baru bisa mulai dari hal-hal kecil seperti ketepatan waktu dalam mengajar di sekolah,” ujarnya. 

Pertemuan sosialisasi program rintisan KIAT Guru kepada masyrakat Desa Sebadak

Dalam menyampaikan harapannya dan guru lain di SDN 05 Sebadak untuk pelaksanaan program KIAT Guru ke depan, Agus menegaskan, pentingnya kerjasama antara pihak sekolah dan masyarakat dalam melayani anak-anak di Desa Sebadak khususnya untuk memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas.